Tampilkan postingan dengan label mutiara hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mutiara hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2011

Abu Huraiarah dan syetan/Ayat Kursi

Oleh : Ahmad Baidlowi 2011-10-28
Di ceritakan dalam kitab Bahjatul Liqo’. Perna suatu ketika Shahabat yang bernama Abu Hurairah di panggil Rasululloh SAW pada bulan puasa, di tugaskan untuk menjaga harta zakat yang akan di bagikan di masjid Rasululloh. Betapa senangnya Abu Hurairah ini, karena mendapatkan amanat dan kepercayaan dari Sang Rasul. Berangkatlah dia ...untuk melaksanakan tugas mulia ini. Setelah itu tiba-tiba ada kejadian yang aneh pada saat malam pertama ia membawa tugas, ada seorang yang mencuri dan mengambil sebagian dari harta itu, maka di peganglah si maling itu tadi olehh abu Hurairah. Kemudian si pencuri minta maaf dan minta ampun maka di lepaslah olehnya, pada pagi harinya {ia merasa bersalah dan berdosa karena melepas pencurinya itu} dia menemui Rasululloh SAW, tiba tiba Sang Rasul bertanya Hai Abu Hurairah semalam ada pencuri masuk dan mengambil harta itu dan engkau melepasnya? Dia menjawab : wahai Rasul betul apa yang Engkau katakana, maaf wahai Nabi semalam dia bilang padaku ia sangat membutuhkannya, Rasul berkata ; dia itu bohong besar tapi biarkan dan awasi nanti malam dia akan kembalaii lagi, maka pada malam yang kedua Abu Hurairah mengintai lagi dan ternyata ia datang kembali untuk mencuri, maka di tangkaplah si pencuri itu dan di katakana kau akan aku hadapkan dengan Rasululloh SAW, lalu si pencuri menangi se jadi-jadinya ia mengatakan maaf maaf tolong aku paling takut kepada Rasulullah tolong jangan aku di laporkan kepadanya, maka di lepas lagi si pencuri ini olehnya, pada pagi harinya ia berniat menumui Sang Rasul, anehnya lagi Sang Rasul bertanya: Hai Abu Hurairah kenapa pencuri itu kamu melepasnya? Dia mengatakan Wahai Sang Rasul dia menangis merintih dan amat ketakutan ketika di sebut namamu. Rasulullah mengatakan : dia itu bohong besar, tapi malam nanti pasti ia akan kembali datang lagi. Maka pada malam yang ke tiga Abu Hurairah mengintipnya dan mengintainya lagi, memang betul ia benar-benar kembali lagi. Inilah saat yang tepat untuk menangkap pencuri yang sangat bandel ini, maka ketika dia mengambil di tangkaplah pencuri ini, naaah kau sekarang sudah tidak bisa beralasan lagi, kau aku tangkap basah dan kau akan aku hadapkan pada Rasulullah SAW. Apa kata pencuri , sungguh di luar dugaan wahai Abu Hurairah sesungguhnya aku ini adalah SYAITON dan aku paling takut kepada nama Nabimu Muhammad dan takut dengan Ayat-ayat al-Qur an. dan aku paling takut dengan ayat kursi, seandainya saja engkau membacanya [Ayat kursi itu} pasti aku tidak akan bisa masuk di tempatmu ini.
Di pagi harinya Abu Hurairah bertemu dengan Rasulullah SAW. Dan di tanya oleh Rasululloh selamat pagi bagai mana kabarmu semalam baik baik semua . dia menjawab betul Rasulullah betul semuanya.
Selamat meni’mati makan siang dan jangan lupa Bismillahr-Rahmaanir-Rahiim.

Kamis, 27 Oktober 2011

Apa yang di maksud BOROS menurut agama?

Bpk Baidlowi. Di tempat kami sering mengadakan acara pengajian bersama jamaah. baik itu acara dzikir, sholawatan, atau pengajian dalam hari2 besar, tiba2 ada seorang yang mengatakan bahwa acara itu termasuk pemborosan yang tidak di benarkan agama. pertanyaan kami bagai manakah ukuran boros menurut tuntunan Agama Islam?
JAWAB; saudaraku yang terhormat terima kasih atas pertanyaan saudara semoga kalian di berkati oleh Alloh swt amiin.
Marilah kita simak firman Alloh SWT:
والذين اذا انفقوا لم يسرفوا ولم يقتروا وكان بين ذلك قواما
(hamba2 Alloh yang baik) adalah orang2 yang ketika membelanjakan hartanya tidak boros dan juga tidak irit. Dan sedang 2/ adil di antara keduanya.
Di dalam kitab Tafsir Alqurtubi jus 13 halaman 72 di katakan:
من انفق في غير طاعة الله فهو الاسراف
ومـن امســــك عن طاعة الله فهو الاقتــار
ومــن انفـــــق في طاعة الله فهو القـــوام
Artinya ;    barang siapa membelanjakan hartanya tidak untuk taat kepada Alloh, maka itu adalah perbuatan boros.        Barang siapa yang tidak mau mengeluarkan hartanya untuk taat kepada Alloh, maka itu adalah irit. Dan barang siapa yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh, / taat kepada Alloh, dia adalah adil.
وقال مجاهد : لو كان ابو قـــبيس ذهبــا لرجل فانفقـــه في طاعــة الله لم يكن مســــرفا ولو انفق درهـــما او مــدا في معصية الله كان مســـــــرفا
وقيل لحاتم  لاخير في السرف  فقال لاسرف في الخير
Mujahid mengatakan ; seandainya Gunung Abu qubais menjadi emas di miliki seseorang. Lalu ia belanjakan di jalan Alloh, itu tidak termasuk boros. akan tetapi kalau seseorang membelanjakan harta nya, satu dirham atau satu takaran untuk kemaksiatan maka itu termasuk boros. Maka di katakan kepada Hatim; tidak ada baiknya pembosan itu. Maka Hatim menjawab ; tidak ada istilah boros dalam kebaikan.
Walhasil tidak termasuk boros. Membangun Masjid, merapikannya dengan keramik yang indah,menata sejadah,mengindahkan pengeras suara, memberi AC di dalamnya, memperindah mimbarnya,  menegakkan Syiar Islam. mempersatukan Fisi dan misi Ummat, menjalin Silaturrahmi,mengadakan doa bersama, mengadakan pengajian dan lain sebagainya, semoga semua usaha kita mendapat ridlo dari Alloh swt Amiin yaa Robbal Aalamiin.

Rabu, 26 Oktober 2011

Berkah tangan Rasululloh SAW


Pada suatu saat  ada kabar bahwa kaum muslimin mengetahui  orang-orang kafir akan menyerbu dan menyerang kota Madinah, lalu Rasululloh mengajak para sahabatnya bermusyawarah untuk menghadapi penyerangan mereka.   Salman alfarisi  mengusulkan untuk membuat parit yang melindungi kaum muslimin. Maka mereka bersama Rasululloh kerja bakti membuat parit. Pada saat menggali parit, mereka menemukan kendala karena di sana ada batu besar yang tidak mampu mereka pecahkan, maka mereka melaporkan hal tersebut kepada Rasuluuloh SAW, lalu beliau turun dan menghancurkan batu itu dengan kapak, pada saat itu Jabir bin Abdulloh melihat bahwa perut Rasululloh di ikat dengan batu karena sangat lapar. Maka secepat kilat Jabir pulang menemui sang Istri dia berkata kepadanya: Apakah ada makanan di rumah kita? Istrinya menjawab : Kita memiliki gandum dan ada  satu kambing kecil. Kambing itupun langsung ia sembelih dan dia meminta pada istrinya untuk membuatkan roti. Setelah selesai Jabir  pergi menemui Rasululloh dan beberapa sahabat dekatnya dua atau tiga orang. Rasululloh bertanya kepada Jabir: Apa yang kau persiapkan? Maka Jabirpun menjelaskan persipannya. Beliau Rasululloh berkata:  itu cukup banyak sekali. Katakan pada istrimu untuk tidak membuka panci dan rotinya sebelum aku datang.
Beliau pun memanggil seluruh sahabatnya untuk pergi bersama-sama ke rumah Jabir. Ketika melihat kedatangan mereka Jabir dan istrinya kebingungan, malau dan takut, karena makanannya tidak mungkin cukup.
Maka Rasululloh menyuruh mereka semua supaya masuk ke rumah Jabir dengan tenang. Mulailah Rasululloh memotong roti dengan tangan beliau dan menaruh di atasnya daging  kambing , lalu menutupi pancinya dengan kain, dan membawanya kepada para sahabatnya satu persatu dari panci yang tertutup kain itu sampai seluruhnya merasa kenyang, mereka berjumlah 1000 orang. Setelah selesai ternyata di dalam panci itu masih tersisa makanan yang lebih banyak dari pada saat Jabir memberikannya kepada Rasululloh Sallallohu Alaihi Wasallam. Beliau berkata: makanlah ini dan berikan kepada para tetanggamu, karena mereka sedang kelaparan.
{Dari kitab Bukhori}

Kejujuran membawa berkah


Ada dua manusia sma-sama jujurnya. Jual beli rumah, setelah akad selesai maka si pembeli menempati rumah barunya. Selang beberapa minggu kemudian si pemilik rumah tersebut menemukan satu kantong yang ternyata berisi emas. Kemudian pemilik rumah tersebut menemui penjual rumah untuk mengembalikan emas tersebut dengan alasan ia membeli rumah hanya rumahnya saja. kemudian si penjual rumah tidak mau menerima emas tersebut dengan alasan karena rumah sudah di jual beserta semua isinya yang ada di dalamnya.
Akhirnya dua-duanya menghadap hakim. Hakimnya pun bingung untuk memutuskan. Akhirnya hakim bertanya: Apakah kalian berdua mempunyai anak? Salah satu dari mereka berkata : aku punya anak laki-laki. Yang satunya lagi  berkata : aku punya anak perempuan.
Maka hakim itu berkata: Nikahkanlah anak laki-lakimu dengan anak perempuannya lalu kasihkan emas itu kepada mereka berdua, Subhaanalloh
Inilah contoh salah satu dari Akhlaqul karimah Rasululloh SAW
Di katakana dalam kitab Aqiidatul awaam
أرســل أنبـــيا ذوي فطانة    بالصدق والتـبليغ والامانة
Allah telah mengutus para nabi-Nya dengan Empat sifat mulia [1] Fatonah/cerdas [2] Sidiq/jujur [3]  Tbligh/menyampaikan [4] Amanah/ dapat di percaya.
[1] cerdaslah dalam memahami permasalahan, cerdas dalam menerima isyarah dari Tuhan, cerdas dalam memahami masalah ummat, cerdas dalam menghadapi permasalahan bangsa dan Negara.cerdas dalam berpolitik. Cerdas dalam belajar dan mengajar. Cerdas dalam segala bidang.
[2] jujurlah dalam keadaan apapun. Jujurlah dalam berbicara, jujurlah dalam mengatur ummat. Jujurlah ketika menjadi pejabat, pemimpin, atasan, bawahan, pasti kamu menang dan hebat.
[3] sampaikanlah apa yang menjadi keahlian-mu. Apa kebenaran yang engkau dapatkan dari Kiai dan gurumu. Sampaikan apa ma’rifatmu tentang agamamu.
[4] jadilah orang yang amanat dalam setiap melangkah, berkah Tuhan akan selalu menyertaimu.
Wallohu a’lamu bisshowaab
{ Dari kitab Bukhori ]

Anak Sholih dan Sholihah


Mempunyai anak yang Sholeh adalah harapan dan dambaansetiap muslim sejati, sebab di samping  itu merupakan  Amanat Allah SWT, dan sabda Nabi agung Nabi kita Muhammad SAW :
اذا مات ابن أدم انقطع عمله الا من ثلاث صدقة جارية او علم ينتفع به او ولد صالح يدعو له
Artrinya: apa bila anak adam telah meninggal dunia maka putus semua amalnya, kecuali ada tiga hal  {1} Shodaqah jariyah {2} Ilmu yang di ambil manfaat orang lain {3} mempunyai anak sholeh yang mendoakannya.
Menjadi manusia sholeh adalah yang paling beruntung di muka bumi ini. Coba kita bayangkan berapa juta manusia di muka bumi yang mana siang dan malamnya berdo’a   Assalaamu alainaa wa alaa ibaadillah as-shoolihiin. Dan juga nabi agung Muhammad SAW mengajarkan kepada Ummatnya ketika memasuki area yang di situ tidak tampak penghuninya, Assalaamu alainaa wa alaa ibaadillah As-sholihiin. Artinya di mana-mana tempat itu pasti ada orang-0rang yang Sholeh Nabi Ibrahin berdo’a  kepada Tuhannya:
رب هب لي من الصالحين
Yaa Allah berikanlah kepada kami anak yang sholeh.  Padahal Ibrahim adalah nabi pilihan Allah juga Allah SWT berfirman:
فخلف من بعدهم خلف أضاعواالصلوة واتبعواالشهوات فسوف يلقون غيا
Artinya; kemudian aka nada generasi sesudah mereka yang menyia-nyiakan sholat dan mengikuti syahwat nafsunya, maka mereka itu akan menemukan kecelakaan besar.
Dalam  kitab Assahih al Bukhori di ceritakan. Ada dua manusia sama-sama jujurnya. Jual beli rumah, setelah akad selesai maka si pembeli menempati rumah barunya. Selang beberapa minggu kemudian si pemilik rumah tersebut menemukan satu kantong yang ternyata berisi emas. Kemudian pemilik rumah tersebut menemui penjual rumah untuk mengembalikan emas tersebut dengan alasan ia membeli rumah hanya rumahnya saja. kemudian si penjual rumah tidak mau menerima emas tersebut dengan alasan karena rumah sudah di jual beserta semua isinya yang ada di dalamnya.
Akhirnya dua-duanya menghadap hakim. Hakimnya pun bingung untuk memutuskan. Akhirnya hakim bertanya: Apakah kalian berdua mempunyai anak? Salah satu dari mereka berkata : aku punya anak laki-laki. Yang satunya lagi  berkata : aku punya anak perempuan.
Maka hakim itu berkata: Nikahkanlah anak laki-lakimu dengan anak perempuannya lalu kasihkan emas itu kepada mereka berdua, Subhaanalloh
Inilah contoh salah satu dari Akhlaqul karimah Rasululloh SAW


Bekerja dan berusaha


Ada seorang bernama Syaqiiq al-Balkhi akan menempuh perjalanan jauh untuk berniaga, sebelum dia berangkat menemui gurunya dahulu yang terkenal zuhud wara’ dan alim bernama Ibrahim bin Adham untuk memohon do’a dan berpamitan. Tetapi selang beberapa hari dia dating lagi menemui Gurunya kembali. Lalu terheran heranlah Ibrahin bin Adham dan bertanya kepadanya apa sesungguhnya yang terjadi? Apa yang membuatnya dia cepat kembali lagi? Bukankah kamu akan menempuh perjalanan yang amat jauh?
Syaqiiq berkata: Di tengah perjalananku aku melihat keajaiban dan yang sangat luar biasa.
Ibrahim bertanya memangnya apa yang kamu lihat?  Syaqiiq menjawab: Di tengah perjalanan  ketika aku merebahkan badanku di pinggir jalan untuk beristirahat, ttiba-tiba aku melihat seekor burung yang buta dan cacat tidak bisa terbang lagi, aku berkata di hatiku Subhaanalloh bagaimana burung yang buta dan cacat ini bisa hidup? Bagai mana makan dan minumnya?  Tidak beberapa lama aku melihat seekor burung dating membawa makanan dan minuman , ternyata ia meletakkan makanan dan minuman itu di paruhnya burung yang buta dan cacat itu sedikit demi sedikit, sampai burung itu kenyang, aku berkata pada diriku : Sesungguhnya Allah SWT memberi rizqi kepada burng yang buta dan cacat ini, dan Allah juga pasti bisa memberi rizqi kepadaku walaupun aku duduk manis di rumhku. Setelah itu aku memutuskan untuk kembali.
Ibrahim bin Adham berkata” Wahai Saudaraku Syaqiiq Subhaanalloh kenapa engkau  senang menjadikan dirimu seperti burung yang buta dan cacat itu, dan kenapa engkau tidak merasa senang dan gembira menjadi burung yang bisa ternag tinggi yang bisa mencari makan untuk dirinya dan mencarikan makan untuk yang buta dan yang cacat? Tahukah kamu bahwa Tangan yang di atas adalah lebih mulia dari pada tangan yang di bawah.
SYaqiiq berkata; Terima kasih wahai Guruku Anda benar  Semoga Allah membalas dengan kebaikan. Kemudian Syaqiiq melanjutkan perjalanannya.
Dari Kitab Bahjatul-liqo’ Bainal Aabaa’ Wal Abnaa’